Informasi Asimetris, Kontestabilitas dan Socio-emotional Wealth

Perusahaan Keluarga di Indonesia: Informasi Asimetris, Kontestabilitas dan Socio-emotional Wealth
——————
Oleh: Herlina Yoka Roida, Phd Researcher di bidang Keuangan Korporasi di Indonesia
—————-

Jika minggu lalu informasi di era digital menjadi memiliki makna post-truth, tidak tersentral dan cenderung terfragmentasi menjadi bagian bagian kecil, menghasilkan intepretasi ‘narrow’, maka pada tema diskusi kali ini justru informasi sifatnya privat dan memiliki peluang oportunistik. Informasi yang sifatnya ‘mahal dan privat’ yang melibatkan perusahaan-perusahaan keluarga di Indonesia.

Informasi tersebut berkaitan dengan distribusi power baik dengan investor non family, perusahaan dalam satu industri maupun dengan pemerintah. Relasi kekuasaan bisa bersifat politik dan non-politik.

Perubahan politik dari ideologi-pragmatik ke industri-pragmatik, memberi ruang bagi kapital bekerja melalui partai politik. Disisi lain, tujuan keluarga untuk memjaga socio-emotional wealth, berupa kontrol dan dinasti keluarga, menciptakan bentuk sinergi non-politik yaitu lewat penyatuan akumulasi endowment, antar keluarga seperti perkawinan.

Informasi dan kontestasi kekuasaan, menjadi penting mengingat informasi adalah ranah korporasi yang sifatnya ex-ante, hanya korporasi yang mengetahui rencana pengembangan investasi bisnisnya. Publik, awam, bahkan pemerintah tidak mengetahui.

Disinilah ruang kosong, informasi yang tidak simetris dan potensi kontestasi kekuasaan bermain dalam melanggengkan kemakmuran keluarga hingga bisa bertahan lintas generasi.

Tentunya ruang bagi kita diskusikan...
Mari berdiskursus.

Salam semangat dari Preston